Pemkab Blitar Bersama USAID ERAT Kerjasama Pencegahan Stunting Dan Pernikahan Dini

Pemkab Blitar Bersama USAID ERAT Kerjasama Pencegahan Stunting dan Pernikahan Dini

Bupati Blitar Rini Syarifah, bersama Direktur USAID Jeffery P. Cohen dan Kepala OPD Pemkab Blitar sesi foto bersama.
(Sumber foto doc: Ati)

Pemerintah Kabupaten Blitar mendapatkan bantuan dari USAID ERAT Amerika yang di wakili oleh Mission Director Jeffery Cohen, dalam program penurunan stunting dan pencegahan perkawinan dini pada anak, pada Jumat (16/06).

Kunjungan Direktur USAID diterima langsung Bupati Blitar Rini Syarifah menerima di Pendopo Ronggo Hadi Negoro pada Jumat (16/6).

Turut hadir dalam acara ini, jajaran pimpinan USAID, Izul Mahrom Sekretaris Daerah, Kepala OPD dan juga Forkopimda Kab. Blitar, beserta tamu undangan.

Bupati wanita pertama di Blitar ini, dalam sambutannya mengatakan, ucapan terimakasih kepada pimpinan USAID dan Pemerintah Amerika Serikat. Dan Pemkab Blitar telah melakukan kerjasama dengan USAID pada tahun 2022 lalu.

“Terimakasih saya sampaikan kepada jajaran dan pimpinan USAID dan Pemerintah Amerika Serikat atas kerjasama yang baik dengan Kabupaten Blitar sehingga program USAID JAPRI yang baru saja berakhir tahun 2022 telah melahirkan sebanyak 1510 orang wirausaha yang kompeten”, ujar Bupati yang akrab disapa Mak Rini ini.

Mak Rini dalam kesempatan itu, juga menjelaskan beberapa program USAID JAPRI yang telah berhasil antara lain Abang Wira (Audisi Pengembangan Wirausaha), Adi Wira (Audisi Inisiasi Wirausaha), Pak Camat PMI (Pelatihan Kewirausahaan Bagi Calon dan Mantan Pekerja Migran Indonesia), Adi Marko (Audisi Marketing Online), Adi Ekspor (Audisi dan Inkubasi Ekspor). Serta program penanganan stunting dan pencegahan perkawinan anak.

”Penanganan stunting dan pencegahan perkawinan anak adalah salah satu program prioritas Pemkab. Kerjasama dengan USAID yang telah terjalin erat, berhasil merumuskan dan melakukan skenario untuk mengatasi stunting dan pernikahan anak dengan melakukan lokakarya dan awareness building terkait kondisi pernikahan usia dini dan juga sebaliknya”, imbuhnya.

Pihaknya juga mengatakan, beberapa loka karya penguatan pelaksanaan strategi penanganan stunting, yang ketiga berupa lokakarya pembuatan pelaksanaan strategi pencegahan pernikahan anak, eksistensi teknis konvergensi perencanaan dan pelanggaran terkait penurunan stunting dan pencegahan perkawinan anak.

”Serta penguatan peran dan kontribusi forum anak Karang Taruna dan PIK R atau pusat informasi dan konseling remaja di tingkat desa dan sekolah”, imbuhnya.

Bupati Blitar Rini Syarifah, saat menyampaikan sambutan.
(Sumber foto doc: Ati)

Kesempatan itu, Mak Rini juga menyampaikan pesan khusus kepada OPD terkait untuk menjalankan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan tetap berkolaborasi dalam penanganan kasus stunting dan pencegahan pernikahan pada anak.

”Agar dinas terkait utamanya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas PPKBP3A sesuai tugas pokok dan fungsi harus berkolaborasi dan bersinergi dengan upaya percepatan penurunan stunting dan pencegahan pernikahan anak”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BAPPEDALITBANG, Jumali menjelaskan tugas dari USAID ERAT adalah memberikan informasi peran dan potensi Pentahelix dalam pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Blitar.

“Jadi intinya adalah USAID ERAT bersama Pemerintah Kabupaten Blitar bekerjasama untuk pencegahan pernikahan pada anak dengan menyuguhkan secara langsung penyebab perkawinan dini, baik pada pelaku dan keluarga,” jelas Jumali.

(Ati/ADV/Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *