tahukah sobat sehat bahwa Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan risiko terjadinya stunting meningkat sebesar 1,6 kali dari kelompok umur 6-11 bulan ke kelompok umur 12-23 bulan (13,7% ke 22,4%). Hal ini menunjukkan ‘kegagalan’ dalam pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) sejak usia 6 bulan, baik dari segi kesesuaian umur, frekuensi, jumlah, tekstur dan variasi makanan. Protein penting dalam penurunan stunting. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Headey et.al (2018) menyatakan bahwa ada bukti kuat hubungan antara stunting dan indikator konsumsi pangan berasal dari hewan, seperti susu, daging/ikan dan telur. Evidence juga menunjukan konsumsi pangan berasal dari hewani lebih dari satu lebih menguntungkan daripada konsumsi pangan berasal dari hewani tunggal
Yuk bersama kita siapkan MP-ASI Kaya Protein Hewani untuk Cegah Stunting“
“MP-ASI Berkualitas Untuk Generasi Emas”
#majubersamasejahterabersama
Penulis : Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar
Sistem Informasi Stunting Pemeritah Kabupaten Blitar Cegah Stunting
